FANDOM


Agama KappaEdit

Kappa percaya kepada dewa-dewa. Disini akan dibahas dua dewa utama Kappa, legenda Penciptaan Manusia, Elf, dan Kappa dan Perseteruan abadi diantara dua dewa utama.
Tentang Amagawa Hakujin dan Aku Omotai Khan...
Literally meaning Amagawa Hakujin = Manusia putih dari sungai surgawi
dan Aku Omotai Khan = Khan berat yang buruk
Amagawa Hakujin bersama dengan Aku Omotai (belum jadi Khan) adalah creator deity-nya Dunia Therria menurut kepercayaan Kappa.
Mereka bertarung selama 777.777.777.777.777.777.777 tahun dengan Aku Omotai. Pada tahun terakhir Aku Omotai dan Amagawa Hakujin bertarung, Amagawa Hakujin kehilangan salah satu lengannya. Ia kabur dan beristirahat di hilir sungai surgawi sambil berusaha menumbuhkan lengannya kembali sementara Aku Omotai memakan lengan Amagawa Hakujin di hulu sungai surgawi.
Seiring berlalunya waktu lengan Amagawa Hakujin kembali tumbuh namun tumbuhnya tidak sempurna, ada daging berlebih yang tumbuh di lengan bawahnya jadi ia membuangnya dan daging berlebih itu berubah menjadi tanah Therria.
Sementara Aku Omotai terus memakan lengan Amagawa Hakujin yang ternyata rasanya sangat lezat jadi ketika ia memakan lengan itu air liurnya terus menetes-netes kebawah menimbulkan hujan badai yang begitu dahsyat sampai akhirnya hujan itu menggenang dan menjadi laut dan sungai Therria (yuck).
Aku Omotai merasa sangat puas dengan rasa lengan Amagawa Hakujin ia kembali mencari Amagawa Hakujin ke hilir sungai. Amagawa Hakujin yang tahu kedatangan Aku Omotai merasa bahwa ia tidak akan bisa menang melawan Aku Omotai kabur bersembunyi, ia membuang lagi sisa daging berlebih dari lengannya dan lengan itu berubah menjadi seorang wanita.
Ia berpesan kepada wanita yang ia beri nama Meiyo Dai Ichi itu, "Hei lahirkanlah anak-anakku dan biarkanlah aku bersembunyi dari Aku Omotai diantara para anak-anakku."
Amagawa Hakujin lalu bersetubuh dengan Meiyo Dai Ichi dan melahirkan tiga jenis ras yang berbeda, Manusia, elf, dan Kappa. Dengan kecepatan yang mengerikan ketiga ras itu terus berlipat ganda baik dari hasil persetubuhan Amagawa Hakujin dan Meiyo Dai Ichi maupun dari persetubuhan anak-anak mereka, peristiwa ini diperingati oleh kaum Kappa sebagai Kekkon no Tsuki, bulan pernikahan, dan di bulan ini para Kappa biasanya melangsungkan pernikahan atau lamaran.
Setelah Kekkon no Tsuki berakhir Meiyo Dai Ichi pun meninggal karena kelelahan akibat terus menerus bersetubuh dan melahirkan. Amagawa Hakujin menguburkan tubuh Meiyo Dai Ichi di Pulau Telur Besar yang mengakibatkan pulau tersebut berubah bentuk menjadi sebuah kepulauan yang berbentuk naga (Apinaga).
Setelahnya Amagawa Hakujin merubah bentuknya menjadi salah satu dari Elf dan Manusia, karena Amagawa Hakujin bersumpah tidak akan berubah menjadi Kappa karena wujud mereka sama persis dengan Aku Omotai.
Ketika akhirnya Aku Omotai sampai di Therria ia menyadari perbuatan Amagawa Hakujin dan menjadi kesal karenanya. Ia mendatangi ras Kappa dan berpesan kepada mereka, "Hai para Kappa keturunan Amagawa Hakujin! Ayah kalian adalah dewa pengecut yang hanya bisa melarikan diri dariku dengan cara seperti ini! Ia membunuh ibu kalian sendiri dengan cara memalukan! Apa kalian tidak malu mempunyai ayah seperti itu!?"
Para ras Kappa yang mendengar hinaan tersebut pun marah. "Wahai dewa jahat kami rela menjadi alat menghindar dari sosok sepertimu karena apabila kamu berhasil memakan ayah kami maka dunia pun akan porak poranda."
Mendengar hal ini Aku Omotai pun menghasut Kappa dengan cara lain. Ia membunuh masing-masing seorang Elf dan Manusia dan membawa dagingnya kepada ras Kappa sebagai hadiah.
"Aku meminta maaf atas perkataanku kemarin sebenarnya aku hanya ingin bersahabat dengan kalian," bujuk Aku Omotai.
Ras Kappa menerima penyesalan Aku Omotai dan menerima hadiah daging yang disamarkan Aku Omotai sebagai daging rusa.
Daging itu ditanggapi dengan antusias oleh para Kappa sehingga mereka bertanya kepada Aku Omotai apakah daging itu benar" daging rusa.
"Hah, daging itu bukan daging rusa melainkan saudara kalian elf dan manusia. Kalau kalian mau merasakan daging seperti ini lagi bergabunglah di bawah panduanku dan burulah ayah kalian sendiri agar aku juga bisa merasakan nikmatnya lengan surgawi itu!"
Dengan bujukan ini ras Kappa bergabung bersama Aku Omotai dan mereka menghadiahi julukan 'Khan' kepada dewa itu. Dari situ dimulailah perburuan ras Kappa terhadap Elf dan Manusia.


Agama manusia dan ElfEdit

ValshioniEdit

Agama yang tercipta karena munculnya Valshione Agung di Therria. Agama ini mempunyai banyak aliran yang muncul karena penyesuaian dari masing-masing agama dan kepercayaan di daerah. Aliran-aliran itu adalah:

1. Aliran Oromis

Paham yang diadasari dari agama kaum elf sebelum munculnya Valshione Agung.

Inti dari ajaran Valshioni aliran Oromis adalah kedamaian dan kebijaksanaan bagi seluruh [Wyondia].

Bangsa elf yang tidak mau mengakui wujud Valshione Agung yang berwujud manusia menganggap Valshione Agung adalah emanasi dari Oromis, tuhan mereka yang berwujud elf, agar dapat mudah diterima oleh kaum manusia.

Aliran ini tidak menerima paham dari kitab-kitab yang dibuat oleh nabi-nabi manusia dan mempunyai paham mereka sendiri yang pertama kali dibuat oleh kaum elf pertapa di Pulau Zeweii, oleh sebab itulah pulau itu menjadi tempat suci utama aliran Oromis.

Seiring menyebarnya aliran Oromis aliran ini mulai bercabang menjadi dua mengikuti tumbuhnya idealisme elf untuk dunia. Aliran elf untuk dunia merombak inti ajaran Valshioni aliran Oromis menjadi kedamaian dan kebijaksanaan bagi seluruh Therria dengan kaum elf sebagai pengamat, penasehat, dan juru bijak bagi ras-ras lainnya melalui gospel pendeta-pendeta yang dikirim ke seluruh penjuru dunia.

Karena adanya gospel ini akhirnya banyak juga manusia yang menganut aliran Oromis. Mereka terutama berasal dari Dracheim, Ydghar, Mostcha, dan Vohu. Manusia yang menganut aliran Oromis belajar untuk lebih bijaksana dalam hidup dan menghormati para elf sebagai teman dan penunjuk jalan dalam memperoleh tempat di surga di samping Valshione Agung.

2. Aliran Vanadem

Aliran ini dibentuk oleh para nabi yang berasal dari Valsh Verne.

Inti dari ajaran Valshioni aliran Vanadem adalah penghormatan dan pemujaan terhadap Valshione Agung dan Lima Ketetapan Agung. Umatnya melaksanakan sembahyang lima kali dalam seminggu pada hari minggu, senin, rabu, kamis, dan jum’at. Satu kali sembahyang berarti penghormatan dan pemujaan pada Satu dari Lima Ketetapan Agung yang dilaksanakan sesuai urutan.

Para nabi aliran Vanadem menggali makna dan aturan dari setiap Ketetapan Agung yang dijadikan pedoman spiritual bagi para umat.

Valsh Verne juga membuat dasar negara mereka dari Lima Ketetapan Agung ini.

3. Aliran Murni

Aliran ini dibentuk oleh para tokoh-tokoh paganisme dari pagan terdahulu yang beralih menganut agama Valshioni.

Inti dari ajaran Valshioni aliran murni adalah pernyataan Valshione Agung yang mengatakan bahwa ia adalah ‘utusan Tuhan’ dan karena itu Valshione Agung hanyalah salah satu malaikat Tuhan, malaikat utama Tuhan.

Ajaran dan kitab-kitab Valshioni aliran murni banyak yang menyadur isi kitab-kitab aliran Vanadem dan Oromis yang tidak secara eksplisit menyatakan bahwa Valshione Agung adalah Tuhan. Secara garis besar aliran murni percaya kepada satu Tuhan yang menginginkan perdamaian sesama makhluk ciptaan-Nya.

Aliran ini banyak dianut oleh cendekiawan dan ilmuwan-ilmuwan lainnya sebagai aliran yang paling objektif dan paling praktikal dalam hal spiritual dari dua aliran lainnya.

Valshione AgungEdit

Juru Selamat Therria yang menghentikan Perseteruan Satu Milenium dan mendamaikan dunia dengan Lima Ketetapan Agung-nya sampai tidak ada perang dan perseteruan sama sekali selama 600 tahun. Kedatangan Valshione Agung mengubah banyak hal dalam kehidupan spiritual di Therria hal ini dapat dirasakan dari banyaknya paham-paham yang berubah di hampir semua agama di dunia. Agama yang paling terpengaruh oleh kedatangan Valshione Agung adalah agama-agama pagan dan agama Oromis dari elf.
Pada akhirnya banyak orang-orang dari segala ras di Therria yang menyatakan diri sebagai nabi dan mendapatkan wahyu dari Valshione Agung. Orang-orang ini menulis kitab-kitab dan diikuti oleh banyak orang karena mereka dapat melakukan mukjizat-mukjizat seperti menyembuhkan kelumpuhan, menyembuhkan kebutaan, membelah air, dsb.
Nabi-nabi dan kitab-kitab yang ditulis oleh mereka ini kemudian dipergunakan oleh massa sebagai pedoman spiritual dan dari situ lahirlah agama Valshioni.
Orang-orang di Therria sendiri memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai Valshione Agung. Beberapa kelompok yang masuk kedalam Lingkaran Ekstrimis Kedamaian Sejati menyatakan bahwa Valshione Agung sendiri tidak jauh berbeda dari manusia munafik yang gila perang karena untuk mendamaikan dunia Valshione Agung membantai jutaan pasukan pihak Selatan dalam Perseteruan Satu Milenium.
Ras Kappa juga tidak terlalu memperdulikan eksistensi Valshione Agung karena menurut mereka Valshione Agung hanyalah sebuah plot device dari Amagawa Hakujin untuk meredam kekacauan di Therria yang menurunkan populasi anak-anaknya sehingga ia sulit bersembunyi dari Aku Omotai Khan.
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.