FANDOM


Guild MithraEdit

Mercenary Guild yang dibentuk pada tahun 601 AV untuk menanggulangi keadaan dunia yang belum siap menghadapi invasi Valsh Verne. Guild ini sudah sangat berkembang dalam jangka waktu 10 tahun terakhir ini dan saat ini sudah mempunyai cabang di hampir semua kota di Therria dengan jumlah anggota mencapai satu juta tentara bayaran. Guild ini dipimpin oleh Ali Musyadaq dan sudah diakui sebagai salah satu kekuatan penting dalam UNION sebagai official mercenary guild. Guild ini bermarkas pusat di kota Mithra di Seledin, nama Mithra diambil dari nama kota yang menunginya.

Ali MusyadaqEdit

Pemimpin Mercenary Guild Mithra, satu-satunya official mercenary guild untuk Perang Dunia. Ali Musyadaq yang merupakan Brigadir Jenderal dari Badan Pertahanan Seledin mengundurkan diri dari Badan Pertahanan Seledin sepuluh tahun yang lalu saat perang baru saja dimulai dan mendirikan sebuah mercenary guild untuk mengejar keuntungan besar dalam Perang Dunia. Ia tahu bahwa dunia akan terlambat dalam menghalau invasi Valsh Verne karena ketiadaan militer yang solid di setiap negara dan karena hal itu negara-negara di seluruh dunia akan memanfaatkan guildnya dengan maksimal dengan harga mahal.

Guild Excipio VerneEdit

Mercenary Guild yang dibuat oleh Erasmus dan Dwania. Markas besarnya terletak di Benteng Irisdra di Rugel, Dracheim. Memiliki anggota yang rata-rata adalah korban peperangan dan orang-orang yang sangat membenci Faust dan Valsh Verne. Guild ini tidak memihak Valsh Verne dan memfokuskan diri untuk membantu pasukan UNION di Verpera.

Meskipun anggotanya sudah hampir menyamai guild Mithra mereka tidak tersebar di seluruh penjuru Therria dan hanya berkumpul di Verpera dan terkonsentrasi di Verpera Utara. Sejauh ini baru membuka cabang di Verpera saja wilayah jangkauannya masih tidak seluas Guild Mithra yang berada di seluruh Therria kecuali di Apinaga. Total ada 3 cabang di Verpera: di Lieblind, Wyrmond; di Teriar, Tarhe; dan di Edgiah, Zinon.

Dwania Sanctum Vitae Valsh ImperioEdit

Appearance:
Seorang gadis kecil berumur 12 tahun yang sebenarnya tidak terlalu cantik namun mempunyai daya tarik yang cukup memikat. Tubunya terlihat sedikit lebih tinggi, tidak seperti penampilan gadis berumur 12 tahun pada umumnya tapi juga tidak terlihat terlalu tua sehingga masih dapat dikenali sebagai seorang gadis diawal umur belasan tahun. Wajahnya bulat lonjong dengan rambut pendek sebahu berwarna merah tembaga yang potongannya mengembang di ujung-ujung rambutnya. Matanya berwarna biru langit dengan bulu mata panjang dan sorot mata yang menampakan kharisma, kekejaman, dan kelembutan misterius disaat yang bersamaan. Sepintas penampilannya menampakan kerapuhan namun dibalik itu sebenarnya ia adalah seorang gadis yang amat kuat.
Race: Human
Age: 12
Gender: Female
Origin: Valsh Verne
Profession: Former Princess of Valsh Verne and Shadow Leader of Excipio Verne Mercenariy Guild
Personality:
Seorang gadis kecil yang berkarakter sulit. Sifat yang sering terlihat darinya adalah blak-blakan tanpa berpikir terlebih dahulu namun sebenarnya itu hanya pada saat ia mengetahui bahwa hal yang ia hadapi adalah hal remeh yang tidak perlu dihadapi dengan banyak berpikir. Sifatnya yang ini menjadikannya terlihat seperti gadis kecil pada umumnya namun pada saat-saat tertentu ia berubah menjadi seorang wanita dewasa yang penuh dengan pertimbangan-pertimbangan matang. Saat-saat seperti itu adalah saat-saat dimana ia harus mengambil keputusan yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak dan tujuan serta prinsip yang dipegangnya.
Selain sifat-sifat yang ia sering tunjukan terdapat pula aspek-aspek personal yang sering membuat orang lain—entah muak entah prihatin—mengelus dada. Aspek itu adalah kebenciannya yang amat sangat dalam terhadap Valsh Verne. Mungkin bisa dibilang bahwa ia adalah orang yang paling benci terhadap Valsh Verne di seluruh Therria.</p>
Background:
Tahun598 AV
Lahir di keluarga monarki Valsh Verne. Ayahnya bernama Albertus Quintessence Valsh Imperio Raja Magnus XVII, raja ke 23 dari monarki Valsh Verne. Ibunya adalah Ratu Elizabeth Valsh Imperio, seorang ratu yang berasal dari keluarga bangsawan Nigredo. Dwania lahir di tanggal lima belas bulan sebelas tahun 589 AV. Ia adalah seorang anak yang disambut dengan penuh sukacita oleh seluruh warga Valsh Verne setelah raja Magnus dan Permaisuri Elizabeth menikah lima tahun yang lalu.
Tahun 599 AV—601 AV
Dwania lahir di tahun dan situasi yang salah. Sebelumnya orang-orang tidak menduga hal itu sampai pada tahun 600 AV. Pada satu tahun kelahirannya sampai ia berumur 2 tahun, Dwania berada di bawah kasih sayang dan perhatian dari seluruh penjuru Valsh Verne. Segala hal telah disiapkan untuk mendidik putri kerajaan ini menjadi seorang putri mahkota yang akan mewarisi kepemimpinan dari negara yang menjadi pusat dunia (dalam tradisi monarki Valsh Verne anak pertama meskipun itu adalah seorang perempuan akan selalu menjadi pewaris tahta).
Putri Dwania menjalankan hidupnya dengan aman tentram tanpa mendapat ancaman sama sekali dari dunia politik yang berseliweran disekelilingnya.
Memang di awal tahun 589 AV ketua partai Cendekiawan, Alexander Faust dicurigai telah memulai penyebaran idealisme pemberontakan terhadap kebijakan dunia terhadap Valsh Verne namun hal itu tidak terlalu ditanggapi oleh parlemen dan hanya dengan usulan raja terhadap penasehat sekaligus perantaranya, Erasmus Herrian lah—(juru bicara raja untuk memberikan usul terhadap parlemen) gerakan penyebaran idealisme Faust tidak terlalu menyebar.
Erasmus Herrian menyampaikan usulan ini kepada PM Countess Zasseime, seorang wanita yang merangkap penasehat ratu Elizabeth untuk membatasi gerakan penyebaran idealisme Faust namun pada saat itu Erasmus Herrian, Raja Magnus XVII, maupun Parlemen Valsh Verne tidak mengetahui bahwa sebenarnya Countess Zasseime telah memihak Faust dan sudah merencanakan untuk memenangkan Faust pada pemilihan PM baru di tahun 600 AV. Penekanan terhadap gerakan penyebaran idealisme Faust hanyalah kedok agar Raja dan parlemen tidak terlalu curiga terhadap koalisi yang dibuat oleh Faust dan Countess Zasseime.
Ketika pada akhirnya pemilihan PM dimulai Faust pun maju sebagai kandidat dan seperti yang sudah diketahui doktrin beracun dari kampanye Faust mulai mempengaruhi pendapat seluruh warga Valsh Verne tentang kebijakan dunia terhadap negara itu.
Berkat hal ini kecurigaan adanya usaha kudeta dari Faust pun menyebar di Istana Kahyangan, tempat monarki Valsh Verne tinggal. Keselamatan Putri Dwania mulai terancam sejak saat ini.
Akhirnya pada akhir tahun 600AV Tragedi Crimsonara yang memicu berjalannya kudeta Faust pun muncul. Dan pada awal tahun 601 AV kudeta dijalankan… Raja Magnus XVII dibunuh oleh PM Zasseime, Ratu Elizabeth terbunuh oleh pasukan kerajaan yang telah memihak Faust di labirin bawah tanah Vanadem dalam usaha melarikan diri bersama Putri Dwania.
Yang selamat dari kudeta ini hanyalah Putri Dwania dan Penasehat Raja, Erasmus Herrian.
601 AV—602 AV
Dwania dan Erasmus melarikan diri dari Valsh Verne ke Runa Verne Utara. Dwania yang masih berumur 4 tahun masih belum menyadari segala musibah dan bencana yang berkeliling di sekitarnya. Erasmus, yang sekarang harus menjaga dan merawatnya hanya terus menerus mengatakan bahwa sekarang ia harus berusaha sendirian… sekarang ia sendirian di dunia ini.
Pada tahun 602 AV Runa Verne bagian utara telah berhasil dikuasai oleh Valsh Verne. Hal ini mengharuskan Erasmus dan Dwania terpaksa kabur ke Tarhe. Mereka kabur ke Tarhe karena daerah itu dekat dengan Zinon dan pastinya akan menjadi wilayah yang cenderung kuat dan solid dalam menghadapi agresi militer Valsh Verne.
Pada tahun ini jugalah Dwania yang baru berumur 4 tahun mulai sedikit menyadari bahwa ia akan selalu hidup dalam kekelaman dan ancaman yang membayang-bayanginya seumur hidup.
602 AV—606 AV
Dwania dan Erasmus terus bersembunyi dan berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya di Tarhe. Pada tahun 604 AV mereka menyempatkan diri untuk pindah ke Shion bahkan berencana untuk bersembunyi di Zinon namun Erasmus berpikir bahwa tindakan itu terlalu riskan karena mungkin saja jika mereka ditemukan oleh pemerintahan Verpera pada saat Dwania bukan siapa-siapa sekarang dan hanya seorang Ratu sekaligus Putri yang terusir, pemerintah Verpera hanya akan memanfaatkannya sebagai alat untuk melemahkan semangat juang bangsa Verne (menawannya sebagai ‘alat ancaman’).
Karena hal ini jugalah Erasmus mulai mengajarkan Dwania ilmu Alkimia dan Kanalogi yang ia kuasai sejak tahun 604 AV.
606 AV—607 AV
Dwania yang telah berumur 7 Tahun mulai merasa bahwa sebagai seorang Ratu dan Putri Valsh Verne yang sah ia harus melakukan tindakan. Ia harus ‘menghukum’ warga Valsh Verne ‘pembangkang’ yang telah menyengsarakan dunia dan terlebih lagi menyengsarakan dirinya.
Ketika Stalla jatuh ke tangan Valsh Verne ia meminta Erasmus—meski berlawanan dengan keinginan Masternya—untuk membawanya ke Stalla dan menghimpun orang-orang yang menjadi korban perang untuk bergabung bersamanya untuk melawan Valsh Verne.
Ide ini ditolak mentah-mentah oleh Erasmus namun Dwania yang ngotot memaksanya untuk setidaknya mengantarkannya ke perbatasan Tarhe.
Di perbatasan Tarhe dengan Stalla yang pada saat itu selalu dilanda peperangan Dwania membuktikan kebulatan tekadnya dengan membunuh dua orang tentara Valsh Verne dihadapan Erasmus. Saat itu ia baru berumur 7 tahun.
Erasmus yang merasa tidak dapat melakukan apa-apa lagi dan ia juga merasa bahwa sudah saatnya mereka berdua melakukan perlawanan untuk mengembalikan keadilan di Valsh Verne dan di dunia menyetujui keputusan Dwania.
Pada tahun 607 AV Dwania sudah berada di medan perang di perbatasan Stalla—Wyrmond. Ia telah membunuh banyak pasukan Valsh Verne dan merekrut orang-orang Stalla sebagai anggota perjuangannya. Pada saat itu Erasmus mengusulkan kepada Dwania untuk membuat sebuah guild mercenary karena guild mercenary adalah organisasi independen yang tidak dapat disentuh oleh negara manapun, mempunyai prinsip-prinsip serta aturannya sendiri dan terlebih lagi Dwania dapat bersembunyi sebagai pemimpin bayangan didalamnya.
Dwania menyetujui usulan Erasmus dan dengan ini ia pun resmi membuat Guild Excipio Verne dengan Erasmus sebagai penasehat dan pemimpin kedok dan ia sebagai pemimpin yang sebenarnya.
607 AV—610 AV
Dwania dan Erasmus pun memperbesar kekuatan guild mercenary mereka dengan merekrut orang-orang dari perang di laut Am Imp dan di Wyrmond. Anggota mereka sekarang sudah hampir menyamai guild mercenary resmi Perang Dunia yang dibuat oleh Ali Musyadaq dari Seledin, Mithra.
Perkembangan Excipio Verne ini memaksa Dwania dan Erasmus untuk hijrah ke Dracheim, tepatnya di Rugel untuk membuat markas besar Guild Excipio Verne, benteng Irisdra.
Dari benteng Irisdra ini Dwania dan Erasmus mulai melebarkan perlawanan mereka terhadap pasukan Valsh Verne karena kebijakan guild mereka adalah untuk tidak memihak militer Valsh Verne dan memberikan bantuan apapun yang dibutuhkan oleh UNION maupun militer negara-negara yang melawan Valsh Verne. Erasmus dan Dwania sendiri berkonsentrasi untuk melawan Valsh Verne yang sekarang mulai menyerang Ydghar.
Dan pada saat itu Dwania sudah berumur 12 tahun dan sudah membunuh orang-orang dari negerinya sendiri sebanyak kira-kira dua ratus lima puluh orang dan masih bertambah.
Lain-lain:
Dwania bersenjatakan Gunblade yang ia beri nama excecutioner. Ia didiagnosis menderita post traumatic syndrom oleh psikiater yang sengaja ditugaskan di Benteng Irisdra. Hal ini membuat Dwania sering mengalami serangan panik pada saat-saat tertentu.


Erasmus HerrianEdit

Appearance:
Pria di awal umur 40-an dengan garis wajah yang tegas. Rambutnya yang berwarna pirang jerami agak gondrong disisir kebelakang. Mata coklatnya yang sipit di selubungi oleh kacamata bundar yang selalu bertengger di hidungnya. Erasmus memelihara jenggot kambing yang kadang dibiarkannya acak-acakan. Selalu memakai jubah putih dengan tepi berbordir beludru berwarna biru, dibaliknya ia memakai tunik berwarna abu-abu dengan celana panjang berwarna hitam. Kakinya yang selalu diselimuti sepatu kulit menambah apik penampilannya yang rapi.
Race: Human
Gender: Male
Age:41 thn (610 AV)
Origin, Living country & city: Dracheim; Rugel, Dracheim
Profession: Leader of Excipio Verne Mercenary Guild.
Personality:
Orang yang disiplin dan penuh dedikasi. Erasmus adalah pria yang selalu serius dalam menghadapi apapun. Hal yang paling disenangi oleh orang-orang yang kenal dengan Erasmus adalah kemampuannya untuk dapat menemukan solusi termudah dalam menghadapi masalah apapun namun bagi beberapa orang caranya yang kadang-kadang terlalu ekstrim dalam menyelesaikan masalah kurang begitu disukai.
Setelah kejadian pembantaian keluarga kerajaan Valsh Verne dirinya jadi terfokuskan untuk melindungi Dwania sampai pada tahap yang terlalu overprotective. Secara tidak ia sadari perlahan-lahan Erasmus mulai menganggap Dwania sebagai anaknya sendiri.
Background:
569-581 AV:
Lahir dari pasangan Ramsus Herrian dan Edea Herrian. Ayahnya orang asli Dracheim sedangkan ibunya dari Vanadem. Mereka sekeluarga tinggal di pinggiran area perkotaan di Rugel, Dracheim. Kedua orangtuanya hanyalah orang biasa, ayahnya bekerja sebagai manajer di kantor perusahaan air minum sedangkan ibunya bekerja sebagai kurator museum kebudayaan. Erasmus tidak begitu menyukai pekerjaan ayahnya namun ia sangat menyukai pekerjaan ibunya yang seorang kurator dan dari museum ibunyalah minatnya pada ilmu pengetahuan mulai tumbuh.
581-587 AV:
Diumurnya yang ke 12 Erasmus masuk ke sekolah menengah Rugel dengan nilai tertinggi. Disana ia masuk jurusan sains dan kecintaanya pada Alkimia dan Kanalogi mulai tumbuh. Di umurnya yang ke 16 ia mulai senang mengutak-atik Kunci Spagyric milik guru Alkimianya yang sangat dekat dengannya. Ia jatuh cinta kepada guru alkimianya dan pernah menyatakan cinta padanya yang kemudian ditolak dengan sopan. Mulai saat itu Erasmus berusaha untuk tidak menyukai wanita sesama peneliti dan memungkiri semua perasaan pada wanita jenis itu meski sebenarnya tipe idealnya adalah wanita yang pandai dan menyukai sains.
587-594 AV:
Erasmus berangkat dari Dracheim untuk mulai kuliah di Universitas Valshione Agung] di Vanadem. Ia masuk jurusan Alkimia dan pada saat itulah ia mulai dilirik oleh Murray Invillion sebagai murid idealnya. Pada tahun kedua kuliahnya Murray Invillion sebagai dosen Alkimianya mengangkat Erasmus sebagai murid utamaya secara langsung. Murray membiayai kuliahnya dan mengajaknya tinggal bersama di mansionnya di timur kota Vanadem untuk membantunya dalam penelitiannya tentang philosopher stone dan teori hubungan materi dengan jiwa yang sudah seratus tahun dalam pendalamannya sebagai seorang elf tetap tidak dapat ia temukan. Erasmus sendiri sangat menghormati Murray Invillion karena ia adalah salah satu dari dua orang Alchemist yang dikabarkan sangat dekat dalam mengungkap kebenaran tentang Philospher Stone, satunya lagi adalah Gramound Versilbern dari Wyrmond.
Setelah lulus Erasmus mulai tenggelam dalam penelitiannya bersama gurunya dan pada saat inilah Erasmus mulai mengetahui kegiatan gurunya dalam parlemen Valsh Verne sebagai orang yang sering dimintai pendapat mengenai kebijakan pemakaian God’s Product baru di masyarakat. Dan lebih daripada itu banyak dari nasehat-nasehatnya mengenai kebijakan-kebijakan ekonomi dan undang-undang yang diterima oleh parlemen.
Pada suatu hari Count Alexander Faust mengajaknya bergabung sebagai anggota dalam partai Cendekiawan yang ditolak mentah-mentah oleh Murray. Ia menyatakan keberatannya untuk terjun langsung dalam politik dan lebih memilih untuk memberi nasehat dari pinggir kursi penonton.
Meski begitu Murray menyetujui permintaan Raja Magnus XVII ketika ia mengundangnya ke Istana Kahyangan dan memintanya untuk menjadi penasehat raja menggantikan penasehat sebelumnya yang meninggal karena faktor usia. Hal ini membuat Erasmus bingung dengan pernyataan gurunya yang menolak untuk terjun langsung dalam politik. Ketika Erasmus menanyakan keputusan yang diambil gurunya Murray hanya mengatakan bahwa, “inilah cara elf”.
594-598 AV:
Suatu kunjungan Erasmus dan gurunya ke Bar Aria di pinggiran distrik Rhaze di timur kota Vanadem menghadirkan teman baru bagi keduanya yang terbiasa soliter dan tertutup. Teman itu adalah Jenkens Van dan Higgs Van, pemilik Bar Aria. Sikap berisik tapi ramah khas Jenks diluar dugaan dapat melunakan sikap kaku dan tertutup Murray. Erasmus yang sebenarnya tidak pernah terlalu tertutup namun mulai berubah seperti gurunya kembali dapat tertawa lepas dalam hubungan pertemanannya dengan putra Jenks, Higgs.
Jenks diluar sepengetahuan Erasmus mengakui kepada Murray bahwa ia adalah seorang alkemis tingkat rendah yang sangat ingin memperluas pengetahuannya agar mampu bergabung ke dalam Ouroboros yang selama ini menolaknya karena masih belum dapat menghasilkan jurnal penelitian yang bermutu. Murray kemudian setuju mengajarkan Jenks alkimia dan Kanalogi kepada Higgs yang sangat tertarik dengan ilmu itu.
598 AV:
Murray Invillion menghilang tanpa jejak, satu-satunya catatan yang ditinggalkan Murray kepada Erasmus hanyalah secarik kertas bertuliskan, “Aku sudah mendapatkannya.” Kehilangan gurunya merupakan pukulan yang sangat menyakitkan bagi Erasmus. Ia kehilangan sumur pengetahuan dan guru kehidupan yang mengajarkannya semua yang dibutuhkannya dalam hidup bahkan mungkin lebih. Sepeninggal Murray Erasmus yang sudah menyerap semua pengetahuan politik Erasmus diangkat menggantikan gurunya sebagai penasehat raja.
Diluar dugaan pekerjaan barunya membuatnya merasa hidup kembali setelah merasa kehilangan. Ia juga menemukan sosok karismatik lain yang dapat menggantikan gurunya, Raja Magnus XVII dengan segala kebijaksanaanya dan kecintaanya akan Valsh Verne dan rakyatnya. Dalam kesibukannya menjadi penasehat dan penghubung Raja dengan Parlemen Valsh Verne Erasmus juga menemukan benih cinta yang tidak mungkin dapat terwujud. Ia menyukai Ratu Elizabeth Valsh Imperio.
598-600 AV:
Pada saat ini pengaruh idealisme Faust mulai membuat gerah keluarga kerajaan Valsh Verne. Memang sudah dari dulu Faust terkenal suka menjelek-jelekan keluarga kerajaan dan pada saat itu keluarga kerajaan merasa tidak perlu terlalu memperdulikan hujatan itu namun ketika pengaruhnya sudah dirasa mulai membuat publik merasa tidak mempercayai keluarga kerajaan Raja Magnus XVII merasa harus membuat suatu tindakan.
Ia menyuruh Erasmus untuk memberikan mandat kepada PM Zasseime untuk membatasi komentar-komentar Faust di parlemen. Entah mengapa walau PM Zasseime menerima mandat itu dan komentar-komentar Faust sudah teredam, doktrin Faust masih merajalela di seluruh Valsh Verne. Erasmus yang merasa gerah dengan semua ini jadi semakin sering mengunjungi bar Aria untuk mengeluh kepada Jenks dan Higgs. Pada saat-saat seperti ini Erasmus sangat merindukan keberadaan gurunya yang menurutnya pasti mempunyai cara paling efektif dalam meredam doktrin yang mengganggu ini.
601 AV:
Tragedi Crimsonara dan tersulutnya amarah seluruh warga Valsh Verne merembet ke pernyataan dan aksi kudeta Faust. Raja Magnus XVII terbunuh, Ratu, Putri Dwania, dan Erasmus melarikan diri lewat jalur bawah tanah Vanadem di Bar Aria. Dalam pelarian ini Jenks terbunuh serta lengan kiri dan kelingking kanan Higgs putus.
601-602 AV: Bagi Erasmus kejadian itu adalah hantu mimpi buruk yang akan terus menghantuinya sampai ia mati. Ia sebenarnya bisa saja meninggalkan Putri Dwania di Vanadem dan membiarkannya di bunuh oleh massa yang mengamuk tapi kenangannya bersama raja Magnus XVII, Ratu Elizabeth, dan Dwania sendiri yang sering menarik-narik dan memainkan jenggotnya dari semenjak ia lahir mencegahnya dari melakukan tindakan kejam itu. Ia juga tahu bahwa gurunya tidak akan membiarkan takdir Putri Dwania terputus begitu saja.
Erasmus menetap sementara di Runa Verne sampai akhirnya pada pertengahan tahun 601 AV Valsh Verne menginvasi Runa Verne dan pada awal tahun 602 AV berhasil dikuasai. Hal ini mengharuskan Erasmus dan Dwania terpaksa kabur ke Tarhe. Mereka kabur ke Tarhe karena daerah itu dekat dengan Zinon dan pastinya akan menjadi wilayah yang cenderung kuat dan solid dalam menghadapi agresi militer Valsh Verne.
Pada tahun ini jugalah Dwania yang baru berumur 4 tahun mulai sedikit menyadari bahwa ia akan selalu hidup dalam kekelaman dan ancaman yang membayang-bayanginya seumur hidup.
602 AV—606 AV:
Dwania dan Erasmus terus bersembunyi dan berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya di Tarhe. Pada tahun 604 AV mereka menyempatkan diri untuk pindah ke Shion bahkan berencana untuk bersembunyi di Zinon namun Erasmus berpikir bahwa tindakan itu terlalu riskan karena mungkin saja jika mereka ditemukan oleh pemerintahan Verpera pada saat Dwania bukan siapa-siapa sekarang dan hanya seorang Ratu sekaligus Putri yang terusir, pemerintah Verpera hanya akan memanfaatkannya sebagai alat untuk melemahkan semangat juang bangsa Verne (menawannya sebagai ‘alat ancaman’).
Karena hal ini jugalah Erasmus mulai mengajarkan Dwania ilmu Alkimia dan Kanalogi yang ia kuasai sejak tahun 604 AV.
606-607 AV:
Dwania yang telah berumur 7 Tahun mulai merasa bahwa sebagai seorang Ratu dan Putri Valsh Verne yang sah ia harus melakukan tindakan. Ia harus ‘menghukum’ warga Valsh Verne ‘pembangkang’ yang telah menyengsarakan dunia dan terlebih lagi menyengsarakan dirinya.
Ketika Stalla jatuh ke tangan Valsh Verne ia meminta Erasmus—meski berlawanan dengan keinginan Masternya—untuk membawanya ke Stalla dan menghimpun orang-orang yang menjadi korban perang untuk bergabung bersamanya untuk melawan Valsh Verne.
Ide ini ditolak mentah-mentah oleh Erasmus namun Dwania yang ngotot memaksanya untuk setidaknya mengantarkannya ke perbatasan Tarhe.
Di perbatasan Tarhe dengan Stalla yang pada saat itu selalu dilanda peperangan Dwania membuktikan kebulatan tekadnya dengan membunuh dua orang tentara Valsh Verne dihadapan Erasmus. Saat itu ia baru berumur 7 tahun.
Erasmus yang merasa tidak dapat melakukan apa-apa lagi dan ia juga merasa bahwa sudah saatnya mereka berdua melakukan perlawanan untuk mengembalikan keadilan di Valsh Verne dan di dunia menyetujui keputusan Dwania.
Pada tahun 607 AV Dwania sudah berada di medan perang di perbatasan Stalla—Wyrmond. Ia telah membunuh banyak pasukan Valsh Verne dan merekrut orang-orang Stalla sebagai anggota perjuangannya. Pada saat itu Erasmus mengusulkan kepada Dwania untuk membuat sebuah guild mercenary karena guild mercenary adalah organisasi independen yang tidak dapat disentuh oleh negara manapun, mempunyai prinsip-prinsip serta aturannya sendiri dan terlebih lagi Dwania dapat bersembunyi sebagai pemimpin bayangan didalamnya.
Dwania menyetujui usulan Erasmus dan dengan ini ia pun resmi membuat Guild Excipio Verne dengan Erasmus sebagai penasehat dan pemimpin kedok dan ia sebagai pemimpin yang sebenarnya.
607-609 AV:
Dwania dan Erasmus pun memperbesar kekuatan guild mercenary mereka dengan merekrut orang-orang dari perang di laut Am Imp dan di Wyrmond. Anggota mereka sekarang sudah hampir menyamai guild mercenary resmi Perang Dunia yang dibuat oleh Ali Musyadaq dari Seledin, Mithra.
Perkembangan Excipio Verne ini memaksa Dwania dan Erasmus untuk hijrah ke Dracheim, tepatnya di Rugel untuk membuat markas besar Guild Excipio Verne, benteng Irisdra.
Di Rugel Erasmus kembali menemui kedua orang tuanya yang menganggap bahwa Erasmus sudah mati ketika mereka mengetahui pembantaian keluarga kerajaan di Vanadem dari Mata Angin 6 tahun yang lalu. Meski sudah kembali bertemu, Erasmus meminta kepada kedua orangtuanya untuk sedapat mungkin tidak menemuinya karena keadaan di sekitarnya sangat berbahaya. Dengan membentuk Guild Excipio Verne dan mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpinnya Faust akan mengetahui letak pasti Erasmus yang selama ini bersembunyi. Logikanya bila ada Erasmus maka pasti disampingnya ada Dwania dan pembunuh-pembunuh bayangan Valsh Verne pasti akan berusaha membunuhnya dan terutama Putri Dwania.
Pada tahun 607 Erasmus dengan kepandaiannya berpolitik membuat tawaran kepada pemerintah Dracheim untuk membangunkan mereka benteng Irisdra dengan imbalan enam divisi tempur mercenary untuk menghalau invasi Valsh Verne di perbatasan tanpa bayaran. Tawaran ini diterima dan pada tahun 609 AV benteng Irisdra selesai dibangun.
610 AV:
Dari benteng Irisdra ini Dwania dan Erasmus mulai melebarkan perlawanan mereka terhadap pasukan Valsh Verne karena kebijakan guild mereka adalah untuk tidak memihak militer Valsh Verne dan memberikan bantuan apapun yang dibutuhkan oleh UNION maupun militer negara-negara yang melawan Valsh Verne. Erasmus dan Dwania sendiri berkonsentrasi untuk melawan Valsh Verne yang sekarang mulai menyerang Ydghar.

Lind BrisingrEdit

Female, 35 years old. 177 cm, 49 kg Origin : Lieblind, Wyrmond Living Country / City : Dracheim, Rugel Profession : Excipio Verne Second Troop Leader.
Kalem, ramah, dan penuh perhitungan. Lind adalah wanita berumur 35 tahun yang meski cantik tapi anehnya masih bujangan. Ia berprinsip bahwa ikatan suami istri dan anak hanyalah sebuah halangan untuk mengejar cita-citanya mendamaikan dunia kembali. Kepemimpinannya di kelompok 2 bisa dibilang jauh melebihi Dwania dalam banyak hal kecuali karisma. Ia adalah salah satu dari beberapa orang anggota awal Excipio Verne juga salah satu dari sepuluh orang yang mengetahui rahasia Dwania.

Samantha HeddartEdit

Female, 27 years old. 165 cm, 43 kg Origin : Nidav, Ydghar Living Country / City : Dracheim, Rugel Profession : Excipio Verne Third Troop Leader.
Samantha adalah wanita dengan wajah tidak cantik juga tidak jelek yang mempunyai rambut pirang khas yang dikepang dua panjang. Ia merupakan sosok yang selalu terlihat ceria dan bersemangat. Ia memimpin anggota kelompoknya dengan teriakan keras dan penganut ekstrim paham punishment and reward. Ia juga merupakan penggemar pertama Dwania dan memang rata-rata anggota kelompoknya semua mengidolakan Dwania. Ia adalah salah satu dari beberapa orang anggota awal Excipio Verne juga salah satu dari sepuluh orang yang mengetahui rahasia Dwania.

Azell GrummerEdit

Male, 26 years old. 182 cm, 79 kg Origin : Aweden, Ydghar Living Country / City: Dracheim, Rugel Profession : Excipio Verne Fourth Troop Leader.
Azell adalah pria jangkung dengan rambut gondrong berwarna gading yang mempunyai tampang nyeleneh yang khas. Hobinya adalah berjudi, bermain bidak taktik sampai malam, dan menjahili orang lain. Meski terkesan seperti orang yang tidak punya tanggung jawab tapi sebetulnya Azell mempunyai bakat memimpin orang lain yang besar karena ia mampu menilai dengan cermat apa yang diperlukan setiap orang yang berada di bawah pengawasannya agar bisa berkembang. Karena hal itu lah Erasmus memilihnya sebagai ketua kelompok empat. Anggota kelompoknya juga sama-sama tidak beresnya seperti Azell tapi ketika dalam misi mereka berubah menjadi orang yang sangat mampu diandalkan, begitu juga Azell. Azell juga termasuk salah satu dari sepuluh orang yang mengetahui rahasia Dwania meski ia bukanlah termasuk anggota awal Excipio Verne.

Havnor JenkssenEdit

Male, 37 years old. 172 cm, 82 kg Origin : Nerotti, Stalla Living Country / City : Dracheim, Rugel Profession : Excipio Verne Guild Secretary.
Termasuk anggota guild yang paling pertama bergabung dengan guild, bahkan sebelum nama Excipio Verne resmi dipakai. Havnor bergabung tahun 606 AV, beberapa bulan setelah Dwania membunuh dua orang pertamanya. Ia yang merupakan prajurit Verpera takjub oleh kemampuan Dwania yang mampu membunuh dengan amat mudah dan masih mempertahankan kewarasan dan kebrilianan pemikirannya meski hanya berumur 7 tahun. Di tahun 607 akhirnya Havnor mengetahui kenyataan dibalik misteri Dwania dan pada akhirnya memutuskan untuk mengabdi selamanya di bawah perintah Dwania. Dari awal kemampuan bertempurnya sangatlah payah sehingga pada akhirnya Erasmus menunjuknya sebagai sekretaris guild dan mencopotnya dari tugas lapangan.

Anya DostoyevskyEdit

Female, 18 years old. 165 cm, 43 kg Origin : Ologopa, Supuponya Living Country / City : Dracheim, Rugel Profession : Excipio Verne Second Troop Vice Leader, Excipio Verne Telepathier.
Wakil Lind sekaligus orang dengan kemampuan Telepati ketiga termaju di guild. Ini merupakan bakat alami dan Anya sangat membanggakan kemampuannya ini. Meski ia merupakan wakil Lind dan secara resmi berada di kelompok dua ia sering dipasangkan dengan Azell sebagai peninjau pembantu Azell yang merupakan seorang penembak jitu. Lind sendiri sudah merelakan Anya dan menyuruhnya untuk pindah ke kelompok 4 tapi Anya menolak karena tidak mau berada di kelompok yang isinya orang nyeleneh semua. Ia berteman baik dengan Dwania yang menurutnya menggemaskan dan sering 'bermain' dengannya. Ia bergabung di waktu yang sama dengan Samantha Heddart dan kalah saat pemilihan ketua kelompok tiga darinya.
Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.